artikelmediadakwah

Tata Cara Wudhu Yang Diajarkan Oleh Rasulullah ﷺ

Wudhu adalah syarat sah untuk melaksanakan shalat. Urutan ini didasarkan pada hadits-hadits shahih tentang tata cara wudhu Nabi Muhammad ﷺ.

A. Persiapan dan Niat

  1. Menghadap Kiblat: Disunnahkan menghadap kiblat (jika memungkinkan).
  2. Niat (di dalam hati): Berniat membersihkan diri dari hadats kecil agar sah melaksanakan ibadah.
    • (Tidak ada lafal niat yang baku dari Nabi, cukup dikuatkan dalam hati.)
  3. Membaca Basmalah: Membaca “Bismillāhir-rahmānir-rahīm” (Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang).

B. Urutan Mencuci Anggota Wudhu

No.Anggota TubuhTata CaraJumlah Basuhan
1.Telapak TanganMencuci kedua telapak tangan hingga pergelangan tangan (termasuk sela-sela jari).3 kali
2.Berkumur (Madh-madhah)Memasukkan air ke mulut.3 kali
3.Menghirup Air (Istinsyaq)Memasukkan air ke hidung (dengan menghirupnya).3 kali
4.Mengeluarkan Air (Istintsar)Mengeluarkan air dari mulut dan hidung. (Disunnahkan menggabungkan kumur dan menghirup air, yaitu mengambil satu cidukan air untuk mulut dan hidung sekaligus).3 kali
5.WajahMembasuh seluruh wajah, dari tempat tumbuhnya rambut kepala hingga dagu, dan dari telinga kanan hingga telinga kiri.3 kali
6.Tangan (Kanan)Membasuh tangan kanan dari ujung jari hingga melewati siku. Gosok-gosok agar air merata.3 kali
7.Tangan (Kiri)Membasuh tangan kiri dari ujung jari hingga melewati siku. Gosok-gosok agar air merata.3 kali
8.Mengusap KepalaMengusap seluruh kepala dari bagian depan ke belakang, lalu mengembalikannya lagi ke depan.1 kali
9.TelingaMengusap kedua telinga (bagian luar dan dalam) dengan jari telunjuk dan ibu jari secara bersamaan dengan air yang baru atau sisa air usapan kepala.1 kali
10.Kaki (Kanan)Membasuh kaki kanan hingga melewati mata kaki. Pastikan membasuh sela-sela jari kaki.3 kali
11.Kaki (Kiri)Membasuh kaki kiri hingga melewati mata kaki. Pastikan membasuh sela-sela jari kaki.3 kali

C. Tertib dan Doa Penutup

  1. Tertib (Tartib): Memastikan semua langkah dilakukan secara berurutan, dari awal hingga akhir, sesuai dengan urutan di atas.
  2. Muwalah: Melakukan pembasuhan secara berkesinambungan tanpa jeda panjang yang menyebabkan anggota wudhu sebelumnya kering.
  3. Doa Setelah Wudhu: Setelah selesai, disunnahkan membaca doa sambil menghadap kiblat dan mengangkat kedua tangan:$$\text{أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ، وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ.}$$
    • Bacaan Latin: Asyhadu an lā ilāha illallāhu waḥdahu lā syarīka lahu, wa asyhadu anna Muḥammadan ‘abduhū wa rasūluh. Allāhummaj‘alnī minattawwābīn, waj‘alnī minal-mutaṭahhirīn.
    • Arti: “Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat, dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang suci (bersih).”

Catatan Penting:

  • Jumlah Basuhan: Anggota wudhu dicuci tiga kali (kecuali mengusap kepala dan telinga yang hanya satu kali) adalah sunnah. Wudhu sah jika setiap anggota wajib dicuci/dibersihkan setidaknya satu kali dengan merata.
  • Menggosok (Dalk): Disunnahkan menggosok-gosok anggota wudhu agar air merata dan menghilangkan kotoran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *