Tata Cara (Urutan Amalan) Haji Secara Garis Besar
Tata cara haji (khususnya Haji Tamattu’, yang umum dilakukan jamaah Indonesia) adalah serangkaian amalan yang dilakukan mulai dari Miqat hingga berakhirnya ibadah.
A. Persiapan (Sebelum 8 Dzulhijjah)
- Ihram dari Miqat: Mandi sunnah, memakai pakaian ihram, dan berniat umrah (karena mengambil Haji Tamattu’—melakukan umrah dahulu, baru haji).
- Tawaf Umrah: Mengelilingi Ka’bah 7 kali.
- Sa’i Umrah: Berlari-lari kecil antara Safa dan Marwah 7 kali.
- Tahallul Umrah: Mencukur/menggunting sebagian rambut, sehingga keluar dari larangan ihram umrah.
B. Pelaksanaan Inti Haji (8-13 Dzulhijjah)
| Hari | Waktu | Amalan | Keterangan |
| 8 Dzulhijjah | Sepanjang hari | Ihram Haji | Niat haji dari hotel/pemondokan, lalu menuju Arafah sambil membaca Talbiyah. |
| 9 Dzulhijjah | Dzuhur s.d. Maghrib | Wukuf di Arafah | (RUKUN UTAMA) Berdiam diri di Padang Arafah. Memperbanyak zikir dan doa. |
| 9 Dzulhijjah | Maghrib s.d. Fajar | Mabit di Muzdalifah | Berhenti/bermalam sebentar, mengumpulkan kerikil. |
| 10 Dzulhijjah | Pagi Hari | Melontar Jumrah Aqabah | Melontar 7 butir kerikil ke tiang besar (Aqabah). |
| 10 Dzulhijjah | Setelah Lontar | Tahallul Awal | Mencukur/menggunting rambut. Sebagian besar larangan ihram gugur (kecuali hubungan suami istri). |
| 10-13 Dzulhijjah | Kapan Saja | Tawaf Ifadah | (RUKUN) Mengelilingi Ka’bah 7 kali (boleh ditunda ke hari tasyriq). |
| 10-13 Dzulhijjah | Setelah Tawaf | Sa’i Haji | (RUKUN) Berlari-lari kecil antara Safa dan Marwah 7 kali. |
| 11, 12, 13 Dzulhijjah | Siang Hari | Mabit & Melontar Jumrah | Menginap di Mina (Mabit) dan melontar 3 Jumrah (Ula, Wustha, Aqabah) setiap hari. |
| Setelah Selesai | Sebelum Pulang | Tawaf Wada’ | Tawaf perpisahan (bagi yang akan meninggalkan Makkah, WAJIB HAJI). |
2. Rukun Haji
Rukun haji adalah amalan-amalan inti yang wajib dilaksanakan. Jika salah satu rukun ini ditinggalkan (sengaja maupun tidak), maka HAJI SESEORANG TIDAK SAH dan wajib mengulanginya di tahun berikutnya.
Rukun haji ada lima (sebagian ulama menambahkan Tertib sebagai rukun keenam):
- Ihram: Niat memasuki ibadah haji, dimulai dari Miqat.
- Wukuf di Arafah: Hadir/berdiam diri di Padang Arafah pada 9 Dzulhijjah.
- Tawaf Ifadah: Mengelilingi Ka’bah 7 kali.
- Sa’i: Berlari-lari kecil antara bukit Safa dan Marwah 7 kali.
- Tahallul: Mencukur atau menggunting rambut (minimal sebagian).
3. Syarat Wajib Haji
Syarat wajib adalah ketentuan yang harus dipenuhi oleh seseorang agar ibadah haji menjadi wajib baginya.
- Islam
- Baligh (Sudah dewasa/mencapai usia pubertas).
- Berakal Sehat (Tidak gila/waras).
- Merdeka (Bukan budak).
- Mampu (Istita’ah): Mampu secara:
- Fisik dan Mental: Sehat jasmani dan rohani.
- Finansial: Memiliki biaya perjalanan dan bekal untuk keluarga yang ditinggalkan.
- Keamanan: Adanya jaminan keamanan selama perjalanan.