artikelmediadakwah

Doa Setelah Berwudhu Sesuai Dengan Sunnah Rasulullah ﷺ

Tentu, doa setelah selesai berwudhu adalah amalan sunnah yang sangat dianjurkan. Rasulullah $\text{shallallahu ‘alaihi wa sallam}$ mengajarkan doa ini yang memiliki keutamaan besar.

Berikut adalah doa setelah berwudhu:

Doa Setelah Berwudhu

Teks Arab:

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اللّٰهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ

Arti:

“Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang menyucikan diri.”


Keutamaan Doa Ini

Rasulullah $\text{shallallahu ‘alaihi wa sallam}$ bersabda mengenai keutamaan membaca doa ini setelah wudhu:

“Tidaklah salah seorang di antara kalian berwudhu dan menyempurnakan wudhunya, kemudian ia mengucapkan doa di atas, melainkan akan dibukakan baginya delapan pintu surga yang ia bisa masuk dari pintu mana saja yang ia kehendaki.”

(HR. Muslim)

Tambahan Doa

Beberapa riwayat juga menambahkan bacaan berikut setelah doa di atas:

Teks Arab:

سُبْحَانَكَ اللّٰهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Arti:

“Maha Suci Engkau, ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Engkau. Aku memohon ampunan-Mu dan aku bertaubat kepada-Mu.”

Doa Sebelum Berwudhu Sesuai Dengan Yang Diajarkan Oleh Rasulullah ﷺ

Terdapat dua pandangan utama mengenai doa sebelum berwudhu yang diajarkan Rasulullah $\text{shallallahu ‘alaihi wa sallam}$. Mayoritas ulama menyepakati bahwa yang diajarkan adalah membaca Basmalah di awal, sementara sebagian hadis menyebutkan doa tambahan.

Berikut adalah dua cara yang diajarkan:

1. Amalan Utama: Membaca Basmalah

Ini adalah amalan yang paling sahih dan wajib dilakukan (menurut sebagian ulama) atau sunnah (menurut sebagian yang lain) sebelum memulai wudhu.

Teks Arab:

بِسْمِ اللّٰهِ

Arti:

“Dengan menyebut nama Allah.”

Dalil:

Rasulullah $\text{shallallahu ‘alaihi wa sallam}$ bersabda: “Tidak ada wudhu bagi orang yang tidak menyebut nama Allah atasnya (tidak membaca Basmalah).” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)


2. Doa Tambahan yang Diriwayatkan

Sebagian hadis, meskipun diperselisihkan keshahihannya oleh ulama hadis, menyebutkan doa yang lebih panjang setelah membaca Basmalah, yang bertujuan memohon pengampunan dan perlindungan dari godaan setan selama berwudhu:

Teks Arab:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَنْ يَحْضُرُونِ

Arti:

“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari bisikan-bisikan setan, dan aku berlindung kepada-Mu, Ya Tuhanku, agar mereka tidak mendekatiku.”


Kesimpulan

Yang paling utama dan disepakati oleh ulama sebagai sunnah Nabi $\text{shallallahu ‘alaihi wa sallam}$ adalah hanya mengucapkan “Bismillāh” sebelum memulai wudhu.

Doa Dan Dzikir Setelah Sholat Yang Diajarkan Oleh Rasulullah ﷺ 

Berikut adalah susunan zikir dan doa setelah shalat fardhu yang shahih sesuai sunnah:

1. Istighfar dan Dzikir Pendahuluan

Setelah salam, hal pertama yang diucapkan Rasulullah $\text{shallallahu ‘alaihi wa sallam}$ adalah:

AmalanTeks ArabTransliterasiArti
Istighfar (3x)أَسْتَغْفِرُ اللهَAstaghfirullāh (3 kali)“Aku memohon ampun kepada Allah.”
Pujian (1x)اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِAllāhumma Antas-Salām, wa minkas-salām, tabārakta yā Dzal-Jalāli wal-Ikrām.“Ya Allah, Engkau adalah Dzat yang Maha Selamat, dan dari-Mu lah datang keselamatan. Maha Suci Engkau, wahai Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan.”

2. Dzikir Tasbih, Tahmid, dan Takbir (33x)

Ini adalah zikir utama yang dikenal sebagai Zikir Muqayyad (terikat waktu dan tempat):

  1. Tasbih: Mengucapkan سُبْحَانَ اللهِ (Subhānallāh) sebanyak 33 kali.
  2. Tahmid: Mengucapkan اَلْحَمْدُ لِلهِ (Alhamdulillāh) sebanyak 33 kali.
  3. Takbir: Mengucapkan اَللهُ أَكْبَرُ (Allāhu Akbar) sebanyak 33 kali.

Penutup Dzikir (Untuk Menyempurnakan 100)

Setelah Takbir, disempurnakan dengan membaca kalimat tauhid sekali:

Teks Arab:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Arti:

“Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu.”

Keutamaan: Barangsiapa yang membaca zikir ini secara lengkap, maka diampuni dosa-dosanya meskipun sebanyak buih di lautan.


3. Doa-Doa Tambahan

Ada beberapa doa penting yang juga diajarkan Nabi $\text{shallallahu ‘alaihi wa sallam}$ untuk dibaca setelah shalat:

A. Doa Mohon Pertolongan dalam Ibadah (Diucapkan setelah shalat fardhu)

Teks Arab:

اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

Arti:

“Ya Allah, tolonglah aku untuk senantiasa mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah kepada-Mu dengan sebaik-baiknya.”

B. Membaca Ayat Kursi (Setelah Shalat Fardhu)

Rasulullah $\text{shallallahu ‘alaihi wa sallam}$ bersabda: “Barangsiapa membaca Ayat Kursi setiap selesai shalat fardhu, maka tidak ada yang menghalanginya masuk surga kecuali kematian.”

C. Membaca Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas

Dianjurkan membaca tiga surah ini setelah setiap shalat fardhu, dan diutamakan membacanya masing-masing tiga kali setelah shalat Maghrib dan Subuh.

Doa Ketika Dalam Perjalanan Yang Diajarkan Oleh Rasulullah ﷺ

doa ketika dalam perjalanan (doa safar) yang diajarkan oleh Rasulullah $\text{shallallahu ‘alaihi wa sallam}$ adalah doa yang panjang dan komprehensif, mencakup permohonan kemudahan, perlindungan, dan kesalehan selama di perjalanan.

Berikut adalah doa safar yang sempurna, berdasarkan riwayat dari Ibnu Umar $\text{radhiyallahu ‘anhuma}$:

Doa Ketika Kendaraan Mulai Bergerak

Ketika seseorang naik kendaraan dan mulai bergerak, disunnahkan membaca:

Teks Arab:

اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ

Teks Arab:

سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ، وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ

Arti:

“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar.

Maha Suci Tuhan yang menundukkan kendaraan ini bagi kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.” (QS. Az-Zukhruf: 13-14)


Doa Safar yang Lengkap

Setelah itu, dilanjutkan dengan doa safar yang lebih panjang:

Teks Arab:

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى، وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى، اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ، اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ وَالْخَلِيفَةُ فِي الْأَهْلِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَالْأَهْلِ

Arti:

“Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu dalam perjalanan kami ini kebaikan dan ketakwaan, serta amalan yang Engkau ridhai.

Ya Allah, mudahkanlah perjalanan kami ini, dan dekatkanlah jaraknya dari kami.

Ya Allah, Engkau adalah teman dalam perjalanan dan pengganti (penjaga) bagi keluarga yang ditinggalkan.

Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesulitan perjalanan, pemandangan yang menyedihkan, dan buruknya tempat kembali pada harta dan keluarga.”


Amalan Tambahan

Ketika Rasulullah $\text{shallallahu ‘alaihi wa sallam}$ kembali dari perjalanan, beliau akan mengucapkan doa yang sama, dan menambahkan kalimat berikut:

Teks Arab:

آيِبُونَ تَائِبُونَ عَابِدُونَ لِرَبِّنَا حَامِدُونَ

Transliterasi:

Āyibūna, tā’ibūna, ‘ābidūna, liRabbina hāmidūn.

Arti:

“Kami kembali, bertaubat, beribadah, dan memuji kepada Tuhan kami.”

Doa Keluar Rumah Yang Diajarkan Oleh Rasulullah ﷺ

berikut adalah doa ketika keluar rumah yang diajarkan oleh Rasulullah $\text{shallallahu ‘alaihi wa sallam}$. Doa ini berfungsi sebagai permohonan perlindungan, petunjuk, dan penyerahan diri kepada Allah SWT.

Doa Keluar Rumah

Teks Arab:

بِسْمِ اللّٰهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللّٰهِ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللّٰهِ

Transliterasi:

Bismillāhi, tawakkaltu ‘alallāhi, lā hawla wa lā quwwata illā billāh.

Arti:

“Dengan nama Allah, aku bertawakal (berserah diri) kepada Allah. Tidak ada daya upaya dan kekuatan, kecuali dengan pertolongan Allah.”


Keutamaan Doa Ini

Rasulullah $\text{shallallahu ‘alaihi wa sallam}$ bersabda mengenai keutamaan membaca doa ini:

“Apabila seseorang keluar dari rumahnya, lalu ia mengucapkan (doa di atas), maka akan dikatakan kepadanya: ‘Engkau telah dicukupi, engkau telah dilindungi, dan engkau telah diberi petunjuk.’ Sehingga setan-setan pun menjauh darinya.”

(Diriwayatkan oleh Abu Dawud, Tirmidzi, dan An-Nasa’i. Dinilai sahih oleh Al-Albani.)

Dengan membaca doa ini, seorang Muslim memohon agar urusannya dicukupi, dirinya dilindungi dari segala marabahaya, dan selalu diberi petunjuk dalam setiap langkahnya.

Doa Sebelum Tidur Yang Diajarkan Oleh Rasulullah ﷺ

1. Doa Tidur Utama

Doa ini adalah yang paling sering diajarkan dan sangat ringkas:

Teks Arab:

بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوتُ وَأَحْيَا

Transliterasi:

Bismika Allāhumma amūtu wa ahyā.

Arti:

“Dengan nama-Mu, ya Allah, aku mati (tidur) dan aku hidup (bangun).”

2. Doa dan Amalan Sebelum Tidur Lainnya

Rasulullah $\text{shallallahu ‘alaihi wa sallam}$ juga mengajarkan rangkaian amalan dan doa lain sebelum memejamkan mata, yang bertujuan sebagai perlindungan dan mengingat Allah:

A. Mengumpulkan Kedua Telapak Tangan (Menghembus dan Membaca)

  • Mengumpulkan Telapak Tangan: Menyatukan kedua telapak tangan.
  • Meniup: Meniupkan sedikit udara ke telapak tangan tersebut.
  • Membaca Surat Pendek: Membaca tiga surah pendek berikut:
    1. Surah Al-Ikhlas (قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌ)
    2. Surah Al-Falaq (قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ)
    3. Surah An-Nās (قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِ)
  • Mengusap Badan: Mengusapkan kedua telapak tangan tersebut ke seluruh tubuh yang terjangkau, dimulai dari kepala, wajah, dan bagian depan tubuh. Amalan ini diulangi sebanyak tiga kali.

B. Doa Perlindungan dari Neraka

Jika seseorang hendak tidur, disunnahkan mengucapkan:

Teks Arab:

اللَّهُمَّ قِنِي عَذَابَكَ يَوْمَ تَبْعَثُ عِبَادَكَ

Transliterasi:

Allāhumma qinī ‘adzābaka yauma tab’atsu ‘ibādak.

Arti:

“Ya Allah, lindungilah aku dari azab-Mu pada hari Engkau membangkitkan hamba-hamba-Mu.”

3. Adab Sebelum Tidur (Sunnah)

  1. Berwudhu: Dianjurkan untuk berwudhu terlebih dahulu sebelum tidur, seperti wudhu untuk shalat.
  2. Mengibas Tempat Tidur: Mengibas atau membersihkan tempat tidur dengan ujung sarung atau kain sebanyak tiga kali untuk menghilangkan kotoran atau serangga.
  3. Posisi Tidur: Tidur berbaring pada lambung/sisi tubuh kanan, serta meletakkan telapak tangan kanan di bawah pipi kanan.

Tata Cara, Syarat, Dan Rukun Haji

Tata Cara (Urutan Amalan) Haji Secara Garis Besar

Tata cara haji (khususnya Haji Tamattu’, yang umum dilakukan jamaah Indonesia) adalah serangkaian amalan yang dilakukan mulai dari Miqat hingga berakhirnya ibadah.

A. Persiapan (Sebelum 8 Dzulhijjah)

  1. Ihram dari Miqat: Mandi sunnah, memakai pakaian ihram, dan berniat umrah (karena mengambil Haji Tamattu’—melakukan umrah dahulu, baru haji).
  2. Tawaf Umrah: Mengelilingi Ka’bah 7 kali.
  3. Sa’i Umrah: Berlari-lari kecil antara Safa dan Marwah 7 kali.
  4. Tahallul Umrah: Mencukur/menggunting sebagian rambut, sehingga keluar dari larangan ihram umrah.

B. Pelaksanaan Inti Haji (8-13 Dzulhijjah)

HariWaktuAmalanKeterangan
8 DzulhijjahSepanjang hariIhram HajiNiat haji dari hotel/pemondokan, lalu menuju Arafah sambil membaca Talbiyah.
9 DzulhijjahDzuhur s.d. MaghribWukuf di Arafah(RUKUN UTAMA) Berdiam diri di Padang Arafah. Memperbanyak zikir dan doa.
9 DzulhijjahMaghrib s.d. FajarMabit di MuzdalifahBerhenti/bermalam sebentar, mengumpulkan kerikil.
10 DzulhijjahPagi HariMelontar Jumrah AqabahMelontar 7 butir kerikil ke tiang besar (Aqabah).
10 DzulhijjahSetelah LontarTahallul AwalMencukur/menggunting rambut. Sebagian besar larangan ihram gugur (kecuali hubungan suami istri).
10-13 DzulhijjahKapan SajaTawaf Ifadah(RUKUN) Mengelilingi Ka’bah 7 kali (boleh ditunda ke hari tasyriq).
10-13 DzulhijjahSetelah TawafSa’i Haji(RUKUN) Berlari-lari kecil antara Safa dan Marwah 7 kali.
11, 12, 13 DzulhijjahSiang HariMabit & Melontar JumrahMenginap di Mina (Mabit) dan melontar 3 Jumrah (Ula, Wustha, Aqabah) setiap hari.
Setelah SelesaiSebelum PulangTawaf Wada’Tawaf perpisahan (bagi yang akan meninggalkan Makkah, WAJIB HAJI).

2. Rukun Haji

Rukun haji adalah amalan-amalan inti yang wajib dilaksanakan. Jika salah satu rukun ini ditinggalkan (sengaja maupun tidak), maka HAJI SESEORANG TIDAK SAH dan wajib mengulanginya di tahun berikutnya.

Rukun haji ada lima (sebagian ulama menambahkan Tertib sebagai rukun keenam):

  1. Ihram: Niat memasuki ibadah haji, dimulai dari Miqat.
  2. Wukuf di Arafah: Hadir/berdiam diri di Padang Arafah pada 9 Dzulhijjah.
  3. Tawaf Ifadah: Mengelilingi Ka’bah 7 kali.
  4. Sa’i: Berlari-lari kecil antara bukit Safa dan Marwah 7 kali.
  5. Tahallul: Mencukur atau menggunting rambut (minimal sebagian).

3. Syarat Wajib Haji

Syarat wajib adalah ketentuan yang harus dipenuhi oleh seseorang agar ibadah haji menjadi wajib baginya.

  1. Islam
  2. Baligh (Sudah dewasa/mencapai usia pubertas).
  3. Berakal Sehat (Tidak gila/waras).
  4. Merdeka (Bukan budak).
  5. Mampu (Istita’ah): Mampu secara:
    • Fisik dan Mental: Sehat jasmani dan rohani.
    • Finansial: Memiliki biaya perjalanan dan bekal untuk keluarga yang ditinggalkan.
    • Keamanan: Adanya jaminan keamanan selama perjalanan.

Hukum Puasa Dan Rukun Di Bulan Ramadhan

1. Hukum Puasa Ramadhan

Hukum menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan adalah Fardhu ‘Ain (Wajib atas setiap individu Muslim).

Keterangan Hukum

  • Fardhu ‘Ain: Artinya wajib dilakukan oleh setiap Muslim yang telah memenuhi syarat, tidak bisa diwakilkan, dan jika ditinggalkan tanpa uzur syar’i (alasan yang dibenarkan agama) akan berdosa.
  • Termasuk Rukun Islam: Puasa Ramadhan adalah Rukun Islam yang keempat.

Dalil Kewajiban

Kewajiban ini didasarkan pada Al-Qur’an dan Sunnah, di antaranya:

  • Firman Allah SWT (QS. Al-Baqarah: 183):يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (Kata kutiba ‘alaikum (diwajibkan atas kamu) menunjukkan hukum wajib).

Syarat Wajib Puasa

Seseorang wajib menjalankan puasa Ramadhan jika memenuhi syarat-syarat berikut:

  1. Islam (Beragama Islam).
  2. Baligh (Sudah mencapai usia dewasa/pubertas).
  3. Berakal (Tidak gila atau hilang akal).
  4. Mampu (Sehat dan tidak sedang dalam perjalanan yang membolehkan berbuka).
  5. Suci dari Haid atau Nifas (Bagi wanita).

2. Rukun Puasa Ramadhan

Rukun puasa adalah unsur-unsur dasar yang harus dipenuhi agar puasa dianggap sah secara syariat. Jika salah satu rukun ini tidak terpenuhi, puasa menjadi tidak sah (batal).

Menurut mayoritas ulama (terutama Mazhab Syafi’i), rukun puasa ada dua:

Rukun 1: Niat (النِّيَّةُ)

Niat adalah fondasi utama ibadah. Untuk puasa Ramadhan (puasa wajib), niat memiliki ketentuan khusus:

  • Waktu Niat: Harus dilakukan pada malam hari, yaitu antara terbenamnya matahari (Maghrib) hingga terbitnya fajar (Subuh).
  • Sifat Niat: Niat harus ta’yin (dikhususkan) untuk puasa fardhu Ramadhan.

Contoh Niat Puasa Ramadhan: نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلَّهِ تَعَالَى (Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i fardhi syahri Ramadhāna hādzihis sanati lillāhi ta’ālā.) Artinya: “Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan fardhu bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta’ala.”

Rukun 2: Menahan Diri (الإِمْسَاكُ)

Menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa, yaitu mulai dari terbitnya fajar shadiq hingga terbenamnya matahari.

  • Batasan Waktu: Sejak Adzan Subuh hingga Adzan Maghrib.
  • Yang Ditahan:
    • Makan dan minum.
    • Berhubungan suami istri (jima’)
    • Memasukkan benda/zat (‘ain) secara sengaja ke dalam lubang tubuh yang terbuka (seperti mulut, hidung, telinga, dubur, atau kemaluan).
    • Muntah dengan sengaja.
    • Keluarnya air mani (ejakulasi) karena sentuhan/rangsangan (bukan mimpi basah).
    • Hilang akal (gila) atau murtad (keluar dari Islam).
    • Haid dan Nifas (bagi wanita).

Tata Cara Mandi Junub Yang Diajarkan Rasulullah ﷺ

Tentu, tata cara Mandi Junub (Mandi Wajib/Ghusl) yang diajarkan dan dicontohkan oleh Rasulullah ﷺadalah cara yang paling sempurna (ghusl kamil). Tata cara ini diriwayatkan dalam hadis Aisyah dan Maimunah {radhiyallallahu ‘anhuma}.

Berikut adalah langkah-langkahnya secara terperinci:

Rukun Mandi Junub (Hal Wajib)

Rukun adalah inti sahnya mandi. Jika ini ditinggalkan, mandi tidak sah:

  1. Niat (di dalam hati): Berniat untuk menghilangkan hadas besar (janabah) karena Allah Ta’ala.Contoh niat umum: نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى(Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbari fardhal lillahi ta’ala)
  2. Membasuh (Meratakan) Air ke Seluruh Tubuh: Memastikan air mengalir dan mengenai seluruh permukaan kulit, rambut, dan pangkal rambut (termasuk lipatan kulit, ketiak, dan sela-sela jari).

Tata Cara Mandi Junub yang Sempurna (Sunnah)

Ini adalah langkah-langkah yang dianjurkan (Sunnah) untuk mendapatkan pahala sempurna, berdasarkan contoh dari Rasulullah $\text{shallallahu ‘alaihi wa sallam}$:

1. Memulai Mandi

  • Membaca Basmalah (sunnah).
  • Niat (di dalam hati) untuk menghilangkan hadas besar.
  • Mencuci Kedua Telapak Tangan: Mencuci kedua telapak tangan sebanyak tiga kali sebelum dimasukkan ke dalam bejana air (jika menggunakan bejana).

2. Membersihkan Kemaluan dan Kotoran

  • Membersihkan Kemaluan: Mengambil air dan mencuci kemaluan (qubul dan dubur) serta area sekitarnya untuk menghilangkan kotoran atau bekas hadas (mani/darah) dengan tangan kiri.
  • Membersihkan Tangan Kiri: Mencuci atau menggosokkan tangan kiri ke sabun atau dinding/lantai (atau tanah, sebagaimana dilakukan di zaman Nabi) untuk membersihkan sisa kotoran.

3. Berwudhu (Wudhu Sempurna)

  • Berwudhu: Melakukan wudhu sebagaimana wudhu untuk shalat.
    • Catatan: Dalam riwayat Maimunah, beliau mengakhirkan membasuh kedua kaki setelah selesai mengguyur seluruh badan.

4. Membasuh Kepala

  • Menyela-nyela Pangkal Rambut: Memasukkan jari-jari yang basah ke sela-sela rambut hingga air merata ke kulit kepala.
  • Mengguyur Kepala (3 kali): Menyiram kepala dengan air sebanyak tiga kali.
    • Untuk Wanita: Wanita yang memiliki jalinan/kepangan rambut tidak wajib mengurainya. Cukup memastikan air sampai ke pangkal rambut.

5. Mengguyur Seluruh Badan

  • Mengguyur Seluruh Tubuh: Menyiram air ke seluruh badan, dimulai dari sisi kanan tubuh terlebih dahulu, kemudian sisi kiri.
  • Menggosok Badan (Ad-Dalk): Menggosok-gosok seluruh anggota badan dengan tangan untuk memastikan air merata.

6. Mencuci Kaki (Jika Diakhirkan)

  • Pindah Tempat dan Mencuci Kaki: Jika tempat mandi becek atau kotor, bergeser dari tempat semula (atau berdiri di tempat yang bersih), lalu mencuci kedua kaki (jika belum dibasuh saat wudhu di awal).

Setelah selesai, dianjurkan membaca doa setelah wudhu/mandi di tempat yang bersih.


Perbedaan Pria dan Wanita

Secara umum, tata caranya sama. Perbedaan utama ada pada rambut:

  • Laki-laki: Dianjurkan menyela-nyela pangkal rambut agar air benar-benar merata hingga kulit kepala.
  • Wanita: Tidak wajib mengurai kepangan rambut. Cukup mengguyurkan air ke kepala sebanyak tiga kali hingga air merata ke pangkal rambut.

Tata Cara Sholat Yang Diajarkan Nabi Muhammad ﷺ

Tata cara shalat Nabi Muhammad ﷺ adalah panduan yang harus kita ikuti. Secara umum, urutan dan pelaksanaannya meliputi:

1. Persiapan

  • Wudhu: Menyucikan diri dari hadats kecil.
  • Menghadap Kiblat: Berdiri menghadap Ka’bah (kiblat).
  • Niat: Menghadirkan maksud atau tujuan shalat di dalam hati sesuai dengan shalat yang akan dilakukan.

2. Memulai Shalat

  • Takbiratul Ihram: Mengucapkan “Allahu Akbar” sambil mengangkat kedua tangan.
    • Mengangkat tangan: Sejajar dengan bahu atau sejajar dengan telinga.
    • Setelah takbir, meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri dan diletakkan di atas dada (bersedekap).
  • Membaca Doa Iftitah: Dibaca setelah Takbiratul Ihram.
  • Membaca Ta’awudz (A’uudzu billâhi minasy-syaithânir-rajîm) dan Basmalah (Bismillahirrahmanirrahim).
  • Membaca Surah Al-Fatihah: Ini adalah rukun shalat yang wajib dibaca di setiap rakaat.
  • Membaca Surah atau Ayat Al-Qur’an: Setelah Al-Fatihah pada dua rakaat pertama.

3. Gerakan Shalat

  • Rukuk:
    • Mengucapkan “Allahu Akbar” sambil mengangkat tangan (terkadang).
    • Membungkukkan badan, punggung diluruskan dan kepala sejajar dengan punggung.
    • Kedua telapak tangan diletakkan di atas lutut sambil jari-jari direnggangkan.
    • Membaca bacaan rukuk (misalnya: Subhaana rabbiya Al-‘adzimi).
    • Dilakukan dengan Tuma’ninah (tenang sejenak).
  • I’tidal (Bangkit dari Rukuk):
    • Mengangkat kepala dan badan hingga berdiri tegak, sambil mengucapkan “Sami’a Allahu liman hamidah”.
    • Saat berdiri tegak (i’tidal), mengucapkan bacaan i’tidal (misalnya: Rabbana wa lakal hamdu).
    • Dilakukan dengan Tuma’ninah.
  • Sujud:
    • Mengucapkan “Allahu Akbar” dan turun sujud.
    • Meletakkan tujuh anggota sujud: kening dan hidung, dua telapak tangan, dua lutut, dan dua ujung kaki.
    • Mengangkat kedua siku, menjauhkannya dari lantai dan badan.
    • Membaca bacaan sujud (misalnya: Subhaana rabbiya Al-a’laa).
    • Dilakukan dengan Tuma’ninah.
  • Duduk di Antara Dua Sujud:
    • Mengucapkan “Allahu Akbar” dan bangkit dari sujud ke posisi duduk.
    • Duduk di atas telapak kaki kiri yang dibentangkan (duduk iftirasy), menegakkan kaki kanan.
    • Membaca bacaan duduk di antara dua sujud (misalnya: Rabbighfirli warhamni…).
    • Dilakukan dengan Tuma’ninah.
  • Sujud Kedua:
    • Mengucapkan “Allahu Akbar” dan kembali sujud seperti sujud pertama.
    • Dilakukan dengan Tuma’ninah.

4. Melanjutkan Rakaat

  • Bangkit untuk Rakaat Kedua/Berikutnya: Mengucapkan “Allahu Akbar” dan berdiri tegak, dilanjutkan dengan membaca Al-Fatihah dan surah/ayat Al-Qur’an. Rangkaian gerakan (rukuk, i’tidal, sujud) diulangi.

5. Tasyahud (Tahiyat)

  • Tasyahud Awal (Jika shalat 3 atau 4 rakaat):
    • Duduk setelah sujud kedua pada rakaat kedua.
    • Posisi duduk sama dengan duduk di antara dua sujud (iftirasy).
    • Membaca bacaan tasyahud awal.
    • Pada saat ini, jari telunjuk kanan diacungkan (terkadang digerakkan) sebagai isyarat tauhid.
    • Setelah tasyahud awal, langsung bangkit untuk rakaat berikutnya.
  • Tasyahud Akhir (Setiap shalat):
    • Duduk setelah sujud kedua pada rakaat terakhir.
    • Posisi duduk: Tawarruk (duduk dengan pantat di lantai, kaki kiri dikeluarkan dari bawah betis kanan).
    • Membaca bacaan tasyahud akhir, termasuk shalawat kepada Nabi Muhammad $\text{shallallahu ‘alaihi wa sallam}$.
    • Dianjurkan membaca doa perlindungan sebelum salam (misalnya: dari siksa neraka Jahannam, siksa kubur, fitnah kehidupan dan kematian, serta kejahatan Al-Masih Ad-Dajjal).

6. Mengakhiri Shalat

  • Salam:
    • Menoleh ke kanan sambil mengucapkan “Assalamualaikum warahmatullah”.
    • Menoleh ke kiri sambil mengucapkan “Assalamualaikum warahmatullah”.

Penting:

  • Setiap perpindahan gerakan harus disertai dengan Takbir (Allahu Akbar), kecuali dari rukuk ke i’tidal.
  • Tuma’ninah (tenang/berhenti sejenak di setiap gerakan) adalah bagian penting dari shalat yang sesuai dengan sunnah Nabi ﷺ